Minggu, 18 April 2010

PENGARUH MOTIVASI, KEPUASAN, DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN

Nama : Lia Fatmawati
NPM : 10207653
Kelas :3EA14
Tugas : Membuat Karya Ilmiah



BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Sebagai makhluk Tuhan, manusia adalah sebagai pribadi dan sekaligus
makhluk social. Manusia hanya dapat hidup sebaik-baiknya dan akan mempunyai
arti, apabila ia hidup bersama manusia lain dalam suatu masyarakat. Naluri yang
paling kuat pada diri manusia adalah ingin mempertahankan hidup dan mengejar
kehidupan yang lebih baik. Untuk memenuhi semua itu, maka manusia perlu
melakukan kerja sama dengan orang lain dalam suatu wadah yang dinamakan
organisasi.
Pada dunia pelayanan, sumber daya manusia masih sangat dibutuhkan
keberadaannya, seperti halnya pegawai PDAM yang tidak dapat diabaikan begitu
saja. Hal ini dikarenakan kedudukan dan peranan pegawai PDAM sangat
menentukan dalam menyelenggarakan tugas-tugas pelayanan dan pembangunan
dalam rangka mencapai tujuan nasional. Tujuan nasional itu sendiri sebagaimana
disebutkan di dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 alinea keempat
yang berbunyi sebagai berikut:
.....Melindungi segenap bangsa indonesia dan seluruh tumpah darah
Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan
kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang
berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Berdasarkan uraian tersebut diatas dapat dikemukakan bahwa
mewujudkan tujuan nasional menjadi tugas instansi PDAM dalam hal ini pegawai
sumber daya manusia. Wajar apabila setiap pegawai PDAM sebagai anggota
organisasi selalu dituntut untuk menampilkan dirinya sebagai petugas yang
bermental baik, berwibawa, berdaya guna, berhasil guna, dan sadar akan
tanggung jawabnya.
“Organisasi adalah suatu koordinasi rasional kegiatan sejumlah orang
untuk mencapai beberapa tujuan umum melalui pembagian pekerjaan dan
fungsi melalui hierarki otoritas dan tanggung jawab “ . ( Schein dalam
Muhammad, 2000 : 23)
Schein juga mengatakan bahwa organisasi mempunyai karakteristik
tertentu yang struktur, tujuan, saling berhubungan satu bagian dengan bagian lain
dan tergantung pada komunikasi manusia untuk mengkoordinasikan aktivitas
dalam organisasi tersebut. Hal ini dapat dikatakan bahwa organisasi mempunyai
tujuan agar dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sehingga memperoleh
kepuasan. Sebaliknya organisasi mengaharapkan para pegawai dapat berprestasi
tinggi dan mampu menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif, sehingga
pegawai tidak akan mengalami kejenuhan, kebosanan, malas bekerja yang
mengakibatkan semangat kerja menjadi menurun. Apabila semangat kerja
menurun dapat mengakibatkan kinerja pegawai juga mengalami penurunan.
Kinerja pegawai yang menurun akan mengakibatkan kerugian pada organisasi.
Apabila kepuasan dapat diperoleh dari pekerjaannya, maka kepuasan kerja
karyawan merupakan kunci pendorong moral, kedisiplinan dan prestasi kerja
karyawan dalam mendukung terwujudnya tujuan perusahaan ( Hasibuan,
2003:203 ). Kepuasan kerja yang tinggi atau baik akan membuat karyawan loyal
kepada perusahaan. Sehubungan dengan hal tersebut, agar karyawan selalu
konsisten dengan kepuasannya maka perusahaan selalu memperhatikan
lingkungan dimana karyawan melaksanakan tugasnya misalnya, rekan kerja,
pimpinan, suasana kerja dan hal-hal lain yang dapat mempengaruhi kemampuan
seseorang dalam menjalankan tugasnya.
Semakin termotivasi dalam bekerja dengan rasa tenang dan yang lebih
penting lagi kepuasan kerja yang tinggi akan memperbesar kemungkinan
tercapainya kinerja serta motivasi yang tinggi pula. Kepuasan kerja
mencerminkan perasaan seseorang terhadap pekerjaannya. Atau dengan kata lain
kepuasan kerja adalah suatu keadaan emosi seseorang yang positif maupun
menyenangkan yang dihasilkan dan penilaian suatu pekerjaan atau pengalaman
pekerjaannya.
Seperti halnya pekerjaaan yang lebih cepat, lebih tepat diselesaikan tanpa
harus mengurangi kedisiplinan yang ada, yang disebabkan adanya peran serta
seorang pimpinan, di dalam hal ini direktur, selalu memberikan arahan, membina
dan memotivasi bawahan dalam menyelesaikan pekerjaan untuk mencapai tujuan
organisasi. Hal tersebut selalu diupayakan oleh pimpinan dengan memberikan
motivasi dan keseimbangan upah atas hasil pekerjaan karyawan. Dengan
memberikan motivasi kerja, kepuasan kerja dan disiplin kerja kepada pegawai,
berarti akan memberikan kepada karyawan dorongan untuk menggerakan
kemampuan, keahlian dan keterampilan dalam melaksanakan tugas-tugasnya,
yang secara langsung akan meningkatkan kinerja karyawan tersebut.
Berdasarkan permasalahan di atas, penulis bermaksud mengadakan
penelitian dengan judul “ PENGARUH MOTIVASI, KEPUASAN DAN
DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN “ ( Studi : Pegawai
Kantor PDAM Kota Surakarta ).
B. Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian yang penulis kemukakan di atas, Penulis memutuskan
permasalahan dalam penelitian ini sebagai berikut :
a. Bagaimana pengaruh motivasi kerja, kepuasan kerja dan disiplin kerja
secara bersama-sama dapat meningkatkan kinerja karyawan pada kantor
PDAM Surakarta ?
b. Variabel manakah yang paling dominan berpengaruh lebih besar terhadap
peningkatan kinerja karyawan pada kantor PDAM Surakarta ?
C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :
a. Untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja, kepuasan kerja dan disiplin
kerja secara bersama terhadap kinerja karyawan pada kantor PDAM
Surakarta.
b. Untuk mengetahui variabel manakah yang lebih dominan berpengaruh
antara motivasi kerja, kepuasan kerja dan disiplin kerja terhadap
peningkatan kinerja karyawan pada kantor PDAM surakarta.
D. Manfaat Penelitian
a. Manfaat bagi perusahaan ( PRAKTIS )
Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi kantor PDAM
Surakarta dalam menentukan langkah-langkah peningkatan sumber daya
manusia. Selanjutnya dapat memberikan konstribusi terhadap keputusan
yang berkaitan dengan sumber daya manusia.
b. Manfaat bagi peneliti lain ( TEORITIS )
Dengan penelitian ini diharapkan sebagai bahan acuan atau referensi bagi
peneliti lain.
E. Sistematika Penulisan
BAB I PENDAHULUAN
Merupakan bab pendahuluan yang menguraikan latar belakang masalah,
perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan
sistematika penulisan.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Dalam bab ini diuraikan tentang penulisan pengertian motivasi kerja,
kepuasan kerja, disiplin kerja pegawai serta factor-faktor yang dapat
menumbuhkan kinerja pegawai tersebut.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
Dalam bab ini dikemukakan tentang kerangka pemikiran, hipotesa, data
dan sumber data, metode pengumpulan data, metode penarikan populasi
dan sample dan definisi operasional variable.
BAB IV ANALISA DATA DAN HASIL PENELITIAN
Dalam bab ini berisi tentang gambaran umum perusahaan, analisa dan
hasil analisa data serta pembahasannnya, yaitu membandingkan hasil
penelitian dengan criteria-kriteria yang ada untuk pembuktian hipotesa.
BAB V PENUTUP
Pada bab penutup ini berisi kesimpulan skripsi serta saran-saran yang
perlu disampaikan, sebagai bahan pertimbangan bagi pimpinan kantor
PDAM Surakarta untuk kebijaksanaan perusahaan selanjutnya.

Minggu, 28 Maret 2010

TULISAN

Bekasi,29 Maret 2010

Kpd yth,
Bapak/ibu Personalia
di tempat


Dengan hormat

Yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : Lia Fatmawati
Tempat tanggal lahir : Bekasi, 16 Juli 1988
pendidikan : Sman 1 Cikarang Barat, Jurusan IPA
Alamat : Jl kp utan Setu kp Cibuntu Rt 03 Rw 07 Kec Cibitung Kab
Bekasi
Telepon : 085695759766


Bermaksud Mengajukan Diri untuk dapat mengikuti seleksi dalam mengisi lowongan yang ada, untuk itu saya sampaikan beberapa lampiran yang di perlukan sebagai bahan pertimbangan bagi bapak/ibu

Kapanpun panggilan untuk mengikuti seleksi saya akan selalu bersedia, oleh karena itu kabar baik dari bapak / ibu sangat saya tunggu.


Hormat saya,




Lia Fatnawati

silogisme

Nama : Lia Fatmawati
Npm : 10207653
Kelas : 3EA14


Tugas membuat kalimat silogisme

1. Seorang olahragawan harus giat berlatih
Andi senang olahraga
Jadi andi harus giat berolahraga

2. semua manusia baik hati
Tentara itu baik hati
Jadi semua tentara bijaksana

3. Semua manusia itu baik hati
Semua orang hutan bukan manusia

4. Tidak seekor jerapa pun burung
Semua jerapa berleher panjang
Jadi tidak sekor burung pun berleher panjang

5. Sebuah smp maju mengadakan kerja bakti
Ani seorang siswi smp maju
Jadi ani harus kerja bakti

6. Sebagian orang pinter adalah murid
Sebagian guru orang pinter

7. Semua hewan hebiforla pemakan tumbuhan
Ulat adalah daun
Jadi ulat adalah hewan hebiforla

8. Semua orang baik hati
Tidak seekor binatangpun manusia

Sabtu, 27 Februari 2010

Bahasa Indonesia

Nama : Lia Fatmawati
Npm : 10207653
Kelas : 3EA14


Tugas 1

1. Penalaran Deduktif

pengertian dari penalaran itu sendiri adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (observasi empirik) Yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian.Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi-proposisiyang sejenis, berdasarkan proposisi yang telah di ketahui atau dianggap benar, orang yang menyimpulkan prosisi baru yang sebelumnya tidak di ketahui . Maka proses ini akan di sebut dengan menalar.

penalaran Deduktif yaitu suatu penalaran yang berpangkal pada suatu peristiwa umum yang kebenarannya telah di ketahui atau dinyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang besifat lebih khusus.

dengan kata lain untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu harus memiliki konsep dan teori tentang suatu gejala.

dengan demikian penalaran deduktif adalah Konsep dan teori yang merupakan kata kunci teori untuk pemahaman suatu gejala, jadi penalaran deduktif adalah penalaran yang bertolak dari sebuah kesimpulan yang terdapat atau lebih dari suatu pernyataan yang lebih umum.

penalaran deduktif terdapat premis yaitu proposisi penarik kesimpulan
pengambilan kesimpulan secara deduktif dapat di lakukan secara langsung yaitu ditarik dari satu premis dan secara tidak langsung yaitu ditarik dari dua premis
Premis pertama bersifat umum dan premis kedua bersifat khusus

jenis penalaran penalaran deduktif yang menarik kesimpulan secara tidak langsung adalah
* Silogisme Kategorial
* Silogisme Hipotesis
* Silogisme Akternatif
* Etimen

Contoh
* Semua orang perlu makan untuk mempertahan kan hidupnya (premis Mayor)
* Heru adalah orang (Premis Minor)


2. Analisa Silogisme Kategorial

Silogisme kategorial terdiri dari tiga proposisi yaitu :
* Premis umum yaitu Premis minor (My)
* Premis Khusus yaitu premis minor (Mn)
* Premis simpilan yaitu premis kesimpulan (K)

Aturan umum dari silogisme kategorial adalah
* Silogisme harus terdiri dari tiga trem yaitu trem mayor, trem minor dan trem penengah
* Terdiri dari tiga proposisi yaitu premis mayor,minor dan kesimpulan
* Bila premis salah satu permis negatif maka kesimpilan akan negatif
* Bila Premis Positif Pasti kesimpulan akan positif
* Dari preimis mayor khusus dan premis minor negatif tidak dapat ditarik salah satu kesimpulan

contoh

* Semua pekerja di kantor lulusan S1 (Mayor)
* Hari Pekerja kantoran (minor)
* Hari lulusan S1 (Kesimpulan)

Kamis, 31 Desember 2009

IKAN – IKAN HIAS

Ikan hias merupakan komoditi estetis yang berfungsi menambah kesegaran, keindahan dan kesejukan lingkungan. Nilai estetis yang dihasilkan tergantung pada jenis, warna, ukuran dan bentuk tubuh ikan. Jenis ikan Arowana misalnya, mempunyai warna dan bentuk tubuh yang indah sekali ditambah lagi mempunyai nilai mistis yang tinggi, sehingga harganyapun menjadi cukup mahal, bahkan sampai mencapai jutaan rupiah. Dengan nilai jual yang cukup tinggi tersebut dapat dijadikan peluang oleh pembudidaya, pengusaha, exportirdalam pengembangan usahanya.
Tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui jenis ikan yang lebih disukai / dikehendaki oleh konsumen, persepsi konsumen terhadap berbagai atribut - atribut toko ikan hias, merumuskan strategi pemasaran untuk meningkatkan penjualan dan keuntungan toko ikan hias, mempelajari strategi pemasaran yang dilakukan pemilik toko ikan hias di kota Bogor.
Penelitian ini mengunakan metode survey dengan dua jenis data, yakni data primer dan data sekunder. Data di kumpulkan di 5 toko ikan hias di kota madya Bogor, yang jumlah pembelinya banyak dan memiliki jenis ikan hias yang lengkap. Teknik pemilihan responden dalam penelitian ini adalah dengan menentukan/memilih konsumen yang telah membeli ikan hias pada toko ikan hias tersebut dan pada saat peneliti sedang berada pada lokasi penelitian tersebut (convenience sampling). Pada masing - masing toko ikan hias tersebut diambil sebanyak 20 orang responden selama 5 hari (setiap hari diambil 4 orang responden).
Sikap konsumen yang diteliti adalah sikap konsumen terhadap beberapa atribut ikan hias air tawar meliputi keindahan warna, keindahan bentuk, tingkat kelangkaan, mudah dipelihara, citra yang dibawa, mudah dikembangbiakkan, harga pembelian dan harga jual kembali. Dari analisis tersebut diperoleh atribut - atribut mana yang memperoleh preferensi konsumen. Untuk mencapai tujuan penelitian digunakan analisis Multiatribut model Fishbein dan Analisis Regresi.

Dari hasil penelitian terhadap konsumen ikan hias air tawar, diperoleh komposisi responden dengan usia 26 tahun sampai dengan 35 tahun sebesar 35% dimana sebagian besar responden adalah pria (78%) yang umumnya bekerja sebagai pegawai swasta (32%), pendidikan responden didominasi oleh S1 (31%). Dengan tingkat pengeluaran terbesar didominasi dari kelompok yang memiliki pengeluaran kurang dari satu juta rupiah yaitu sebesar 33%. Rata - rata responden telah mengenal ikan hias dari keluarga. Dengan tujuan Pembelian ikan hias adalah untuk diri sendiri (93%). Aspek perilaku konsumen dalam melakukan pembelian ikan hias yang dikaji dalam penelitian ini adalah jenis ikan hias yang dibeli dari sembilan kelompok ikan hias yang telah ditetapkan, yaitu ; Arowana, Lou han, Manfish, Maskoki, Black Ghost, Botia, Oscar, Tetra dan Discus. Lou han adalah jenis yang paling banyak dibeli dibandingkan dengan jenis ikan hias lainnya yaitu sebesar 33%. Skor sikap konsumen terhadap 9 jenis ikan hias dan 8 atribut ikan hias menunjukkan urutan rangking nilai sebagai berikut : Lou han, Arowana, Maskoki, Discus, Tetra, Oscar, Black Ghost, Botia dan Manfish. Urutan tersebut menjelaskan dari yang paling disukai sampai yang kurang disukai. Sedangkan perilaku berdasarkan segmentasi, hampir sebagian besar memiliki nilai yang sama.
Ikan hias sebagai produk memiliki beberapa atribut yang melekat sebagai bahan pertimbangan bagi konsumen dalam melakukan pembelian produk tersebut. Data yang diperlukan untuk analisis ini adalah skor evaluasi konsumen (ei) terhadap produk ikan hias dan skor kepercayaan konsumen (bi) terhadap 9 jenis ikan hias yang akan dianalisis atributnya. Atribut ikan hias yang diamati adalah keindahan warna, keindahan bentuk, tingkat kelangkaan, mudah dipelihara, citra yang dibawa, mudah dikembangbiakkan, harga pembelian, harga jual kembali. Pengukuran atribut ikan hias ini menggunakan analisa multiatribut model Fishbein. Analisis ini digunakan untuk mengetahui sikap konsumen terhadap ikan hias, kemudian sikap konsumen ini dibandingkan dengan pengetahuan yang dimiliki oleh konsumen mengenai produk tersebut.
Nilai rata - rata 10 (sepuluh) atribut toko secara umum menunjukkan penampilan toko, pelayanan, lokasi, harga dan kenyamanan memperoleh nilai sangat penting, pemajangan, promosi dan keamanan memperoleh nilai penting, sedangkan untuk nama toko memperoleh nilai ragu - ragu. Sedangkan perilaku berdasarkan segmentasi hampir sebagian besar sama.
Perbaikan strategi pemasaran dapat dilakukan dengan perbaikan harga, perbaikan pemajangan ikan hias sehingga terlihat lebih menarik, memberi jaminan mutu bahwa ikan yang dijual berkualitas baik sehingga konsumen tidak ragu untuk membeli produk yang dijual dan hal ini akan memberi keuntungan bagi pemilik toko karena konsumen tersebut akan menjadi pelanggan dan dapat pula merekomendasikan toko ikan hias tersebut kepada orang lain untuk membeli ikan hias dengan kualitas yang bagus.
Melalui hasil analisis Fishbein terdapat delapan atribut ikan hias yang meliputi keindahan warna, keindahan bentuk, tingkat kelangkaan, mudah dipelihara, citra yang dibawa, mudah dikembangbiakkan, harga pembelian dan harga jual kembali. Atribut yang paling diinginkan oleh konsumen berturut - turut adalah keindahan warna, mudah dipelihara, harga pembelian dan mudah dikembangbiakkan. Secara keseluruhan, ikan hias yang memiliki nilai sikap multiatribut Fishbein yang tertinggi adalah jenis ikan hias Lou Han, diikuti oleh Arowana dan Maskoki. Sedangkan untuk jenis ikan hias lainnya memiliki nilai kepercayaan yang kecil dibandingkan dengan ketiga jenis ikan diatas. Dari hasil analisis regresi terhadap skor sikap konsumen, ikan hias yang disenangi adalah Arowana, Lou Han, Maskoki dan Diskus.
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, maka diperoleh saran yang dapat membantu pihak toko ikan hias dalam memenuhi pelayanan terhadap perilaku konsumen, yaitu atribut - atribut yang penting dalam implementasi adalah melakukan peningkatan promosi, dan harga dari ikan hias jenis Manfish, Black Ghost, Oscar, Tetra, dan Botia. Untuk mengetahui perilaku konsumen terhadap ikan hias maka perlu adanya penelitian selanjutnya dengan menggunakan alat analisis selain regresi, pengambilan sampelnya tidak hanya di kota Bogor, kemudian dalam penentuan ikan hias tidak terbatas pada 9 jenis ikan hias pada penelitian ini, tetapi dikembangkan lagi pada ikan hias jenis lainnya.
Pengembangan strategi pemasaran untuk konsumen tanpa segmentasi dan dengan segmentasi berbeda. Strategi pemasaran yang dikembangkan disesuaikan dengan keinginan konsumen. Beberapa pengembangan yang dapat dilakukan dapat berupa bauran pemasaran dari produk, harga, tempat, promosi dan perbaikan kualitas pelayanan. Pengembangan tersebut tentunya disesuaikan dengan keinginan pada masing-masing segmen yang dipilih. Penetapan dasar segmentasi dilakukan berdasarkan makna segmentasi dan perbedaan perilaku antar segmennya. Setelah menetapkan dasar segmentasi, kemudian dilanjutkan dengan penetapan target segmen yang dijadikan target pasarnya. Pemilihan segmen dapat dilakukan dengan memilih segmen dengan persentase terbesar pada setiap segmentasi atau sebaliknya jika ingin melayani segmen yang sempit dapat memilih persentase yang kecil. Target segmen dapat dilakukan dengan memilih satu segmen tunggal atau kombinasi segmen dapat dilakukan dengan memilih segmen yang mempunyai hubungan dengan segmen lainnya, misalnya antara segmentasi umur dengan pekerjaan.

Selasa, 29 Desember 2009

Berlibur Sambil memperhatikan kecantikan dan kesehatan.

Krisis keuangan global mungkin telah memaksa banyak orang menunda liburan impiannya. Namun, konsumen rupanya masih mau membelanjakan uang untuk barang yang dianggap penting, yaitu produk kecantikan dan perawatan kesehatan.

Sebuah survei internasional oleh perusahaan riset pasar, Synovate, memperlihatkan pengeluaran untuk kosmetik dan perawatan kesehatan tampaknya tetap bertahan. Padahal, merosotnya perekonomian belakangan ini telah mengubah perilaku konsumen di seluruh dunia.

Survei itu menemukan, 41 persen orang merencanakan membelanjakan jumlah yang sama untuk kosmetik, seperti sebelum mulainya krisis ini. Hanya 27 persen yang mengatakan mereka akan mengurangi pengeluaran.

Sementara untuk produk-produk perawatan kesehatan, 55 persen responden mengatakan mereka akan membelanjakan jumlah yang sama. Hanya hanya 17 persen yang akan mengurangi pengeluaran.

Survei itu menanyai 11.500 orang di belasan negara, termasuk Brasil, Yunani, Meksiko, Belanda, Rusia, Inggris, dan AS.

Walau ada prakiraan ekonomi yang suram di negara mereka, responden dari Denmark, Brasil, dan Malaysia merupakan yang paling optimistis mengenai kekuatan perekonomian mereka. Adapun mereka yang dari AS dan Inggris adalah responden yang paling pesimistis.

AS telah terjebak dalam resesi ekonomi. Sementara data bulan Desember memperlihatkan Inggris bergerak mendekat ke resesi. Krisis ekonomi dunia muncul sejak tahun lalu, berawal dari krisis sektor perumahan AS yang kemudian memukul pasar keuangan global dan mengimbas ke perekonomian dunia.

Secara keseluruhan, konsumen di banyak negara mengatakan mereka mengurangi pengeluaran uang untuk barang- barang mewah.

Hanya 10 persen dari responden di Brasil yang mengakui akan membelanjakan lebih banyak untuk barang mewah. Sementara 49 persen penduduk Hongkong dan 72 persen warga Denmark mengatakan, pengeluaran mereka untuk barang-barang mewah akan tetap sama.

Lebih banyak konsumen, terutama di Brasil, Inggris, Perancis, Yunani, dan AS, mengatakan, mereka akan lebih ketat melihat harga sebelum berani melakukan transaksi.

Namun, banyak pembeli di Malaysia, Taiwan, dan Hongkong yang mengatakan mereka tidak terlalu memerhatikan harga barang sebelum membeli.

Kini, membeli tanpa perencanaan menjadi cerita lalu. Tak ada lagi pembeli yang membeli hanya karena suasana hati. Ini yang dungkapkan sekitar 82 persen orang Amerika, 76 persen orang Inggris, 78 persen orang Belgia, dan 70 persen orang Perancis.

Namun, 55 persen orang Hongkong dan 72 persen orang Denmark mengatakan membeli secara impulsif dalam jumlah yang sama seperti sebelumnya.

Berlibur dan barang-barang bermerek merupakan yang hal pertama yang harus dikorbankan kala anggaran keluarga dipotong. Namun, pilihan-pilihan ini berbeda di seluruh dunia.

Bagi orang Amerika dan Yunani, makan di restoran bersama keluarga dan teman adalah hal pertama yang dicoret. Sementara orang Romania menunda membeli alat-alat berteknologi tinggi.

Orang Serbia memilih mengorbankan liburan, tetapi 81 persen orang Denmark menyebut tak ada yang mereka korbankan.

Minggu, 27 Desember 2009

Perilaku Konsumen Industri Terhadap Majalah

Sejak dikeluarkannya kebijakan pemerintah yang tercantum dalam UU RI Nomor 32 - Tahun 2002 tentang penyiaran, maka bisnis media di Indonesia memiliki peluang untuk berkembang. Semakin banyaknya media yang terdapat di pasaran menimbulkan persaingan yang ketat di antara perusahaan sejenis. Salah satu jenis media yang berkembang terus hingga sekarang adalah media cetak berupa majalah. Implikasi dari perkembangan majalah adalah terjadinya kompetisi yang ketat untuk memperebutkan iklan dan khalayak pembaca agar dapat mempertahankan kelangsungan hidup majalah. Adapun kontribusi terbesar atas kelangsungan hidup majalah diberikan dari nilai pemasangan iklan yang terdapat pada majalah tersebut.

Majalah Ayahbunda adalah salah satu majalah yang diterbitkan Femina Group, pendiri majalah Femina dan Gadis pada tahun 1977, merupakan bacaan berupa informasi seputar kehamilan, kelahiran, tumbuh kembang bayi dan balita serta hubungan suami istri, yang ditujukan kepada pasangan muda yang baru menikah dan mempunyai anak usia balita. Persaingan yang semakin ketat sejak semakin banyaknya media cetak yang beredar di pasaran, tentunya turut pula dirasakan Majalah Ayahbunda. Apalagi didukung dengan semakin bertambahnya peredaran media cetak sejenis yang mempunyai target yang sama seperti Majalah Ayahbunda yaitu Majalah Parent's Guide, Tabloid Nakita, Majalah Bunda dan Balita serta Tabloid Ibu dan Anak. Sebagai pelopor dan pemain terbesar di industri majalah yang ditujukan kepada keluarga muda, Majalah Ayahbunda selalu ingin menjadi perusahaan yang terbaik (market leader). Oleh sebab itu perlu pemahaman yang mendalam tentang konsumen industri yaitu para pemasang iklan sangat diperlukan untuk merancang suatu strategi pemasaran yang tepat dan efektif dalam menghadapi persaingan tersebut.

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui profil konsumen industri Majalah Ayahbunda, (2) Menganalisis perilaku konsumen industri terhadap berbagai atribut pembelian iklan di majalah terutama Majalah Ayahbunda, (3) Mengetahui posisi Majalah Ayahbunda dibandingkan dengan media cetak sejenis berdasarkan persepsi konsumen industri Majalah Ayahbunda terhadap atribut - atribut yang berpengaruh dalam proses pembelian iklan di majalah. (4) Mengetahui faktor-faktor apa saja yang paling penting untuk mempengaruhi konsumen industri dalam proses pembelian iklan di majalah. (5) Memberikan masukan-masukan bagi perumusan strategi pemasaran iklan Majalah Ayahbunda berdasarkan analisis hasil penelitian. Ruang lingkup penelitian ini dibatasi hanya pada konsumen industri Majalah Ayahbunda yaitu para pemasang iklan yang perusahaannya berada di wilayah Jakarta.
Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian deskriptif dengan cara studi kasus pada Majalah Ayahbunda dan survei terhadap para pemasang iklan Majalah Ayahbunda, dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data pokok. Teknik pengambilan contoh dengan menggunakan metode non probability sampling (tidak acak) dengan purposive sampling dengan cara judgment sampling, yaitu dengan sengaja menentukan atau memilih responden yang akan diteliti. Responden yang dipilih untuk mewakili konsumen industri adalah orang - orang yang bertanggung jawab dalam proses pembelian iklan di media cetak. Jumlah responden yang diambil sebanyak 50 orang mewakili 50 perusahaan dari jumlah populasi 100 perusahaan pemasang iklan di Jakarta. Terbagi atas perusahaan langsung/ produsen sebanyak 48 persen dan biro iklan sebanyak 52 persen. Sedangkan teknik pengolahan dan analisis data menggunakan : Analisis Deskriptif untuk menyimpulkan data mentah dalam jumlah besar sehingga hasilnya dapat ditafsirkan, Analisis Thurstone untuk mendapatkan tingkat kepentingan prioritas yang menjadi pertimbangan konsumen industri dalam mengambil keputusan untuk melakukan proses pembelian iklan di Majalah Ayahbunda dan Analisis Biplot untuk menggambarkan posisi Majalah Ayahbunda berdasarkan atribut - atribut yang penting dalam mempengaruhi proses pembelian iklan di Majalah Ayahbunda.

Hasil dari penelitian yang dilakukan pada konsumen industri dapat disimpulkan bahwa berdasarkan survei yang dilakukan terhadap 50 responden, peran terbesar biro iklan adalah melayani pembelian iklan di semua media sebanyak 69,23 persen dan melayani segala kegiatan periklanan seperti merancang design iklan, merencanakan penempatan iklan dan melakukan pembelian iklan di media yang dipilih sebanyak 46,15 persen. Sedangkan untuk proses pengambilan keputusan pelaksanaan segala kegiatan periklanan diserahkan sepenuhnya proses pembelian iklan kepada biro iklannya sebanyak 46,12 persen dan tidak diserahkan sepenuhnya proses pembelian iklan kepada biro iklannya sebanyak 53,85 persen. Sedangkan dari analisis perilaku konsumen industri diketahui bahwa sebanyak 94 persen responden sudah mengetahui bahwa sasaran pembaca Majalah Ayahbunda ditujukan kepada pasangan suami istri yang baru menikah dan mempunyai anak usia balita.

Namun dari artikel-artikel yang disajikan di Majalah Ayahbunda, baru 46 persen responden yang menyadari bahwa didalamnya terdapat artikel mengenai relasi suami istri. Adapun kategori produk terbesar untuk beriklan di Majalah Ayahbunda, menurut responden adalah : produk susu (88 persen), suplemen (48 persen), perlengkapan bayi (46 persen) dan perbankan (34 persen).

Informasi mengenai Majalah Ayahbunda, menurut responden didapatkan secara langsung (90 persen) dan didukung dari data yang diberikan oleh AC Nielsen (68 persen). Sedangkan informasi lainnya didapatkan dari media cetak (42 persen), media elektronik (24 persen) dan dari perusahaan lain (8 persen). Dari hasil penelitian, diketahui bahwa waktu terlama responden bekerjasama dengan Majalah Ayahbunda > 5 tahun (24 persen), yang menandakan kepercayaan responden bahwa beriklan di Majalah Ayahbunda cukup efektif. Alasan terbesar responden dari perusahaan langsung/ produsen memilih Majalah Ayahbunda sebagai media untuk beriklan adalah : readership majalah (95,83 persen), oplah majalah (87,50 persen) dan distribusi majalah (62,50 persen). Alasan tersebut diatas hampir sama dengan alasan yang dikemukakan oleh responden dari biro iklan yaitu readership majalah (84,62 persen), oplah majalah (73,06 persen) dan distribusi majalah (53,85 persen).

Selain Majalah Ayahbunda, ternyata responden memilih Tabloid Nakita sebagai prioritas pertama dalam memilih media penempatan iklan dengan tingkat kepentingan sebesar 1,21. Adapun pertimbangan responden memilih Tabloid Nakita disebabkan : segmentasi dan positioning media tersebut dengan tingkat kepentingan sebesar 1,603, readership media tersebut dengan tingkat kepentingan sebesar 0,729 dan oplah media tersebut dengan tingkat kepentingan sebesar 0,615. Walaupun Majalah Ayahbunda dan Tabloid Nakita memiliki kesamaan dalam memposisikan medianya. Namun secara fisik bentuk majalah mempunyai beberapa kelebihan, yaitu lebih bersifat tahan lama dan berumur lebih panjang karena disimpan oleh pembacanya. Menurut responden, beberapa kriteria memilih majalah sebagai media penempatan iklan adalah : mempunyai positioning yang jelas (94 persen), target konsumen yang sama (92 persen) dan dapat menumbuhkan image pada produk (72 persen). Untuk posisi penempatan iklan di majalah, prioritas utama responden adalah Cover 4 dengan tingkat kepentingan sebesar 2,06, Cover 2 + Halaman 3 dengan tingkat kepentingan sebesar 1,92 dan halaman dalam sebelah kanan (1/2 halaman kedepan) dengan tingkat kepentingan sebesar 1,713. Sedangkan bentuk ukuran iklan yang efektif menurut responden adalah iklan display dengan ukuran 1 halaman FP/FC dengan tingkat kepentingan sebesar 1,95 dan iklan advertorial dengan ukuran 1 halaman FP/FC dengan tingkat kepentingan sebesar 1,49.
Dari hasil analisis Biplot yang menvisualisasikan 5 buah media cetak yaitu Majalah Ayahbunda, Tabloid Nakita, Majalah Parent's Guide, Majalah Bunda dan Balita dan Tabloid Ibu dan Anak diperoleh gambaran bahwa Majalah Ayahbunda mempunyai keunggulan pada atribut oplah majalah, jumlah readership majalah dan distribusi majalah serta dipersepsikan memiliki kedekatan dengan Tabloid Nakita.
Para konsumen industri menghadapi 4 (empat) pengaruh utama yaitu lingkungan, organisasi, antar pribadi dan pribadi, ketika mereka ingin melakukan proses pembelian. Hasil analisis Thurstone menunjukkan bahwa dari faktor lingkungan yang menjadi prioritas utama pertimbangan mereka dalam proses pembelian iklan di Majalah adalah budget promosi perusahaan dengan tingkat kepentingan sebesar 1,71.

Dari faktor organisasi yang menjadi prioritas utama adalah tujuan perusahaan dengan tingkat kepentingan sebesar 2,71. Sedangkan dari faktor antar pribadi yang menjadi prioritas utama adalah minat mereka terhadap majalah itu sendiri dengan tingkat kepentingan sebesar 1,19 dan dari faktor pribadi yang menjadi prioritas utama adalah kepribadian mereka sendiri dengan tingkat kepentingan sebesar 0,82.

Untuk faktor pendukung yang menjadi prioritas utama pertimbangan mereka dalam proses pembelian iklan di Majalah adalah harga iklan dengan tingkat kepentingan sebesar 1,77.

Langkah-langkah bauran pemasaran yang dapat dilakukan oleh Majalah Ayahbunda dalam rangka mendukung strategi Segmentasi, Targeting dan Positioning (STP) adalah menggunakan konsep 4 P yaitu : Produk dengan melakukan perbaikan dari segi kualitas majalah baik dari segi isi maupun hasil cetak, Promosi dengan melakukan pendekatan yang lebih intensif lagi kepada para pemasang iklan dan harus selalu menginformasikan rencana redaksional dan kegiatan yang akan dilakukan, Harga dengan memberikan harga iklan yang dapat bersaing melalui paket - paket pemasangan iklan yang menarik dan Distribusi dengan memperhatikan saluran distribusi penyebaran Majalah agar dapat tersebar ke konsumen industri yang potensial.